Kisah Djemima Shireen, Mojang Pinilih Kabupaten Sukabumi yang Fokus Berdayakan Wilayah Pesisir
Mahasiswa SV IPB Djemima Shireen Ferdinand, Mojang Pinilih Sukabumi 2025, menginisiasi gerakan 'DJadiBermakna' untuk berdayakan pemuda dan wisata pesisir Sukabumi.
sukabumi – Djemima Shireen Ferdinand, mahasiswa Program Studi Komunikasi Digital dan Media di Sekolah Vokasi IPB University, menginisiasi gerakan visi besar untuk tanah kelahirannya di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Perempuan yang akrab disapa Djemi ini mendedikasikan energinya di daerah tempat ia tumbuh untuk mengangkat berbagai potensi lokal.
Di sela kesibukan akademiknya, perempuan berusia 18 tahun yang memiliki minat pada seni tari, memasak, dan olahraga basket ini aktif membagikan catatan kegiatannya melalui akun Instagram @djemimasf. Profilnya merepresentasikan generasi muda yang menaruh perhatian pada kelestarian budaya serta penguatan literasi masyarakat di wilayah pesisir.
Deretan Prestasi dan Pengalaman Kerja
Keaktifan Djemi di berbagai bidang telah membuahkan apresiasi di tingkat daerah sejak beberapa tahun terakhir. Puncaknya, ia secara resmi dinobatkan sebagai Mojang Pinilih Kabupaten Sukabumi 2025 dan menyandang gelar Pinilih Puteri Nelayan pada tahun yang sama. Penghargaan tersebut melengkapi pencapaian sebelumnya sebagai Runner Up Duta Literasi Kabupaten Sukabumi 2025.
Selain gelar duta daerah, ia juga tercatat memenangi sejumlah kompetisi akademis dan seni di wilayahnya. Djemi meraih Juara 1 Lomba Cerdas Cermat Jumbara SSK Kabupaten Sukabumi 2025 sekaligus menyabet Juara 2 Video Kreatif PIK-R Jumbara SSK Kabupaten Sukabumi 2025.
Kemampuannya di bidang seni sastra terbukti lewat raihan Juara 2 Poetry Reading Gebyar Bulan Bahasa MGMP Bahasa Inggris 2023 serta Juara Harapan 1 Poetry Reading FKBI Kabupaten Sukabumi 2023. Sebelumnya, ia juga meraih Juara 1 Mayoret Kejuaraan Marching Band Piala Bupati Kabupaten Sukabumi 2022 dan terpilih sebagai Juara 1 Siswa Cerdas Gizi Protein BPSA Awards 2022.
Gagasan Advokasi DJadiBermakna
Melalui modal pengalaman dan prestasi tersebut, Djemi menginisiasi sebuah gerakan advokasi yang dinamakan "DJadiBermakna". Gagasan ini lahir dari keyakinan bahwa setiap generasi muda memiliki potensi untuk tumbuh, berkarya, dan menghadirkan dampak nyata bagi lingkungannya.
"Berangkat dari daerah pesisir yang kaya akan budaya dan pariwisata, saya ingin mengajak anak muda untuk tidak sekadar menjadi penonton di rumah sendiri," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (28/6/2026).
Gerakan ini diwujudkan melalui empat kegiatan utama yang berbasis pada komunikasi digital dan edukasi langsung. Langkah pertamanya adalah mengangkat cerita dan nilai kehidupan masyarakat pesisir melalui konten digital yang edukatif dan inspiratif. Langkah ini diperkuat dengan mendokumentasikan serta mempromosikan destinasi wisata dan budaya lokal melalui format storytelling.
Pemberdayaan Pemuda dan Ruang Kolaborasi
Tidak hanya bergerak di dunia maya, advokasi ini juga menyentuh aspek edukasi tatap muka. Djemi mengadakan sesi berbagi pengetahuan mengenai potensi daerah, pelestarian budaya, dan peran pemuda dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan. Melalui rangkaian aktivitas tersebut, advokasi DJadiBermakna diposisikan sebagai media kolaborasi bagi anak muda untuk mengenal, menjaga, dan mempromosikan potensi daerah melalui karya kreatif.
Bagi mahasiswa IPB University ini, sebuah kebermanfaatan tidak selalu harus dimulai dari langkah yang besar, melainkan melalui tindakan konsisten di tengah masyarakat.
"Saya yakin bahwa dengan memadukan semangat pelestarian budaya, promosi pariwisata, dan kreativitas, gerakan ini mampu menjadi ruang tumbuh bersama," katanya.
Peluang dan Tantangan di Wilayah Pesisir
Djemi melihat adanya peluang besar karena banyak generasi muda memiliki potensi, kreativitas, dan bakat, namun belum mendapatkan ruang atau dukungan yang memadai. Kehadiran gerakan ini diproyeksikan mampu menjadi wadah yang menginspirasi mereka agar berani menunjukkan kemampuan untuk kemajuan daerah.
"Ketika budaya tetap hidup dan potensi daerah terus berkembang, di situlah generasi muda sedang menciptakan makna melalui tindakannya," ungkap Djemi.
Namun, perjalanan ini memiliki tantangan berupa keterbatasan sumber daya manusia dan tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan edukasi. Sebagai daerah pesisir, wilayahnya masih menghadapi tantangan akses informasi dan kesempatan pengembangan diri. Menghadapi situasi tersebut, diperlukan pendekatan yang kreatif, konsisten, dan berkelanjutan agar advokasi ini dapat menjangkau lebih banyak orang secara merata.
Harapan dan Dukungan untuk Masa Depan
Ia berharap gerakan ini dapat terus memicu generasi muda untuk mengenali potensi diri mereka, sehingga dapat mengubahnya menjadi aksi nyata serta berpartisipasi aktif dalam memajukan budaya dan pariwisata daerah.
"Keberhasilan gerakan ini tentunya tidak lepas dari ekosistem pendukung yang kuat di sekitar kehidupan sehari-hari saya," sambung Djemi.
Perempuan asal Sukabumi ini mengakui bahwa ia mendapat dukungan dari orang tua melalui motivasi dan kepercayaan. Teman-teman sebayanya turut memberikan dukungan dalam setiap kegiatan, ditambah lingkungan sekitar yang terbuka untuk kolaborasi.
"Jangan menunggu menjadi hebat untuk memberi manfaat, tapi berilah manfaat saat ini juga meskipun kecil," imbuh Djemi.
Ia menambahkan bahwa semua langkah harus dimulai dari apa yang dimiliki saat ini dan dari tempat di mana kaki berpijak, untuk menjadi generasi yang membawa dampak bagi daerah dan masyarakat luas. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


